Perkembangan Karir Perawat

            KARIR perawat di Indonesia masih stagnan. Penyebabnya antara belum optimalnya perhatian terhadap dunia keperawatan yang masih dianggap pekerjaan kelas 2 dibawah dokter. Perawat masih berada pada posisi inferior, masih dipandang sebelah mata di rumah sakit. Berbeda dengan iklim keperawatan di luar negeri, profesi perawat cukup dihargai. Upah jerih payah perawat masuk grade ‘cukup layak’. Dibeberapa negara maju seperti di Eropa, perawat diberi kesempatan untuk peningkatan jenjang karir (capacity building) yang cukup terbuka untuk peluang-peluang terbuka lainya.

            Di Indonesia, sebelum regulasi kepe-rawatan disahkan, posisi perawat masih tak tentu arah. Jenjang karir perawat, peran dan tanggung jawab serta standar kompetensi perawat masih mengambang.

            Pendidikan perawat atau juru rawat pertama di indonesia dibuka pada tahun 1906. Pendidikan ini diselenggarakan oleh Rumah Sakit Persatuan Gereja Indonesia (RS PGI) Cikini. Florence Nightingale dikenal sebagai ibu keperawatan dunia. Perempuan yang lahir 12 Mei 1820 ini sudah menetapkan standarisasi dalam dunia keperawatan pada masa Perang Crimea (1853-1856).

            Atas jasanya yang cukup besar dalam dunia medis, Nightingale juga dikenal sebagai pelopor ilmu keperawatan modern. Hari lahir Nightingale kemudian diabadikan menjadi hari perawat sedunia (International Nurses Day) yangs elalu diperingati.             

            Dalam dunia kesehatan Islam, Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj sudah dikenal sebagai mujahidah yang handal, penuh kelembutan dan penuh semangat kemanusiaan saat menjadi ‘malaikat penolong’ para mujahid yang terluka di medan perang fisabilillah. Pengabdiannya sangat besar saat perang Badar, Uhud, dan Khandaq berkobar masa Rasulullah SAW. Keahliannya di bidang ilmu keperawatan membuat hatinya terpanggil untuk menjadi sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang.

            Saat ini, ilmu keperawatan termasuk pendidikan yang tersedia dari segala jenjang mulai dari D3, D4, S1, S2 hingga S3. Tahun 2019 ada dua universitas yang menyelenggarakan pendidikan doktoral (S3) untuk jurusan Keperawatan yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga. Pendidikan perawat juga pernah diselenggarakan setingkat SMA namun ditutup pada tahun 1999 oleh Kemenkes. Sama seperti dokter, perawat juga punya jenjang pendidikan spesialis, Setidaknya ada 5 jenis pendidikan spesialis keperawatan antara lain; keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan maternitas dan keperawatan medikal bedah.

            Undang-undang Keperawatan (UUK) merupakan dasar hukum praktek keperawatan. Isi UUK harus diketahui oleh profesi dan calon profesi perawat (mahasiswa). Hal ini dikarenakan, tidak hanya profesi perawat yang membutuhkan UU ini tetapi calon profesi perawat juga harus mengetahui isi dari UUK agar dalam berkarir dimasa mendatang bisa menjadi perawat yang taat akan aturan serta menjalankan hak dan kewajibannya sebagai seorang perawat.

            UUK diatur oleh UU Nomor 38 tahun 2014 yang sudah disahkan di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 2014 oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam UUK terdiri dari 13 bab dan 66 pasal. Berdasarkan UUK No 38 2014 Pengertian keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat. “Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan”.

            Secara umum, ada 2 jenis perawat, yaitu Perawat vokasi, minimal lulusan D3 Keperawatan, dan Perawat Profesi, minimal lulusan S1 Keperawatan. Perawat Profesi ini terdiri dari Ners dan Ners Spesialis yang saat ini sudah tersedia di Perguruan Tinggi seperti STIKes Medika Nurul Islam Sigli. Seorang perawat setidaknya berperan sebagai care provider, manager and community leader, educator, advocate, juga researcher.

            Dalam pasal 5 sudah jelas tertulis standar pendidikan tinggi keperawatan atau dengan kata lain dalam pasal 5 tersebut disebutkan standar tingkat pendidikan agar dapat menjadi perawat. Pendidikan minimal yaitu pendidikan vokasi, yang berada pada diploma tiga keperawatan. Dengan begitu, pendidikan dibawah diploma tiga keperawatan tidak di izinkan untuk bekerja pada bidang keperawatan.

            Sebelum disahkannya UUK, masih banyak pendidikan keperawatan yang berada di bawah batas minimum, misalnya seperti sekolah keperawatan sederajat  dengan SMA. Sudah ada peraturan yang mengatur agar tenaga-tenaga keperawatan yang masih kurang pengetahuannya tidak diturunkan ke lapangan.

            Pendidikan tinggi yang dimaksud pada pasal 5 tersebut dapat diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki izin penyelenggaraan serta fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia pada perguruan tinggi tersebut sesuai standar seperti yang tertulis pada bab III pasal 9, yaitu : (1) Pendidikan Tinggi Keperawatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki izin penyelenggaraan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. (2)Perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, atau akademi; (3) Perguruan tinggi dalam menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus menyediakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagai Wahana Pendidikan serta berkoordinasi dengan Organisasi Profesi Perawat.

            Selain pendidikan spesialis ada juga sertifikasi untuk perawat sehingga memiliki keahlian tertentu atau yang disebut perawat keahlian khusus. Merujuk pada situs Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terdapat 24 himpunan dan ikatan perawat dengan keahlian khusus yang tergabung dalam organisasi tersebut.”

            Pelayanan Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan integral pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat Keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit. Sedangkan Praktik Keperawatan adalah pelayanan yang diselenggarakan oleh Perawat dalam bentuk Asuhan Keperawatan. Asuhan Keperawatan adalah rangkaian interaksi Perawat dengan Klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian Klien dalam merawat dirinya. 

            Dalam menjalankan profesinya, perawat akan bekerja sama dengan dokter umum, dokter spesialis, bidan, juga tenaga kesehatan lainnya. Di rumah sakit dan klinik, perawat mengikuti petunjuk dokter untuk mengurus dan membantu pasien dalam pemeriksaan kesehatan dan perawatan medis. Perawat memahami gejala pasien dengan tepat dan berupaya untuk mengatasinya. Dengan spesialisasi medis saat ini, tugas perawat pun semakin khusus. Kebutuhan perawat di fasilitas perawatan khusus seperti panti jompo, panti sosial juga meningkat.

            Dahulu perawat dikenal dengan sebutan zuster/suster untuk perawat perempuan dan bruder untuk perawat laki-laki. Namun saat ini panggilan tersebut sudah tidak digunakan lagi dan diganti dengan sebutan perawat atau Ners. Perawat yang telah luluspun diwajibkan untuk mengikuti ujian pula. Ujian ini adalah ujian uji kompetensi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bekerja sama dengan organisasi profesi perawat.

            Setiap calon perawat harus lulus ujian terlebih dahulu agar dapat bekerja sebagai perawat yang profesional. Dengan mengikuti ujian, dapat diperkirakan apakah kemamapuan dan pemahaman para calon perawat telah mencapai standar kompetensi atau belum. Seperti yang diatur pada pasal 16 poin 1-4, yaitu: (1) Mahasiswa Keperawatan pada akhir masa pendidikan vokasi dan profesi harus mengikuti Uji Kompetensi secara nasional; (2) Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh perguruan tinggi bekerja sama dengan Organisasi Profesi Perawat, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi; (3) Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditujukan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi standar kompetensi kerja. 4)Standar kompetensi kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disusun oleh Organisasi Profesi Perawat dan Konsil Keperawatan dan ditetapkan oleh Menteri.”

            Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi Keperawatan. Sertifikat Kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap kompetensi Perawat yang telah lulus untuk melakukan Praktik Keperawatan. Sertifikat Profesi adalah surat tanda pengakuan untuk melakukan praktik Keperawatan yang diperoleh lulusan pendidikan profesi. Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap Perawat yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Profesi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta telah diakui secara hukum untuk menjalankan Praktik Keperawatan. STR yaitu Surat Tanda Registrasi adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Konsil Keperawatan kepada Perawat yang telah diregistrasi.

            Dalam melaksanakan Peran dan tanggung jawab, perawat memberikan asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan. Menetapkan jenis intervensi keperawatan sesuai tingkat ketergantungan klien. Mengumpulkan data kuantitatif untuk pembuatan laporan kasus klien. Menyusun laporan pelaksanaan tugas dan program bidang keperawatan.

            Menyiapkan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas, pelaksanaan keperawatan, menginventarisasi permasalahan berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan program kerja bidang keperawatan. Melakukan proses edukasi kesehatan pada klien mengenai kebutuhan dasar. Dan Mengevaluasi ketercapaian edukasi kesehatan dan rencana tindak lanjut. Perawat juga dituntut memiliki pengetahuan dan keahlian dalam berkomunikasi, kerja tim, problem solving, dan berpikir kritis serta orientasi melayani kebutuhan klien.

            Selain melaksanakan peran dan tanggung jawab tersebut, perawat memiliki kewenangan menjalankan praktik mandiri, sama seperti dokter dan bidan. Merujuk pada UU Keperawatan No. 38 tahun 2014 yang boleh membuka praktik mandiri adalah perawat dengan pendidikan minimal lulusan D3 keperawatan dan tentunya harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP).

            Surat Izin Praktik Perawat yaitu SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota kepada Perawat sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan Praktik Keperawatan. Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat.

            Maka dengan adanya peraturan tentang hak dan keperawatan, diharapkan agar pada Perawat bisa mendapatkan hal-hal yang memang sudah menjadi haknya serta melakukan hal-hal yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Setelah hak dan kewajibannya terpenuhi, perawat sangat perlu untuk memenuhi hak dan tanggung jawab klien, agar asuhan keperawatan yang diberikan dapat maksimal sehingga keselamatan klien tetap terjaga.

            Perawat juga harus mengikuti jadwal pelatihan dan meningkatkan jenjang pendidikan untuk peningkatan profesional diri, dukungan dari tempat kerja sangat diperlukan dalam memberikan dampak positif kepada perawat dalam pelatihan staf sebagai bentuk professional serta membantu perawat dalam mempertahankan praktik keperawatan terbaik dan juga dalam kemajuan karir. []


Profil penulis:______________________

Ns. Risna, S. kep., M. Kep

· Alumni SMA N 1 Sigli di Kelas Unggul tahun 2004

· Lulusan Terbaik I diploma III Keperawatan di Akademi  Keperawatan Jabal Ghafur angkatan XI tahun 2007.

· S1 Keperawatan 2010 Fakultas Keperawatan Unsyiah,

· Lulus dengan predikat Pujian “Cumlaude” Profesi Ners pada tahun 2011

· Menyelesaikan Magister Keperawatan di Fakultas Keperawatan Unsyiah selama 4 semester masa Study.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *