Idawati, S.S.T.,M.K.M : Jadilah Dosen yang Menginspirasi


SIGLI | Tidak dapat dipungkiri jika profesi dosen adalah satu profesi yang paling diminati oleh banyak orang dengan berbagai macam latar belakang dan bermacam alasan. “ Ingin Mencerdaskan Anak Bangsa”, mungkin kata-kata inilah yang menjadi salah satu alasan seseorang menjadi dosen. Termasuk Idawati, S.S.T.,M.K.M., salah satu Dosen Program Studi D-III Kebidanan STIKes Medika Nurul Islam Sigli yang saat ini kita temui.

Profesi dosen sangat identik dengan kegiatan belajar mengajar, namun hakikatnya seorang dosen bukanlah sekedar profesi yang dijalankan semata untuk proses belajar mengajar saja, melainkan harus mampu juga untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta mendidik penuh dedikasi pada bidang ilmu yang dikuasainya.

Menurut Idawati, profesi dosen bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi sekarang mahasiswa sudah bisa mengakses semua informasi dan ilmu pengetahuan lewat media elektronik, sehingga dalam melaksanakan tugasnya perlu juga melakukan berbagai inovasi gaya ajar yang inovatif, berbeda dan menarik sehingga mahasiswa tidak jenuh dengan sistem dan strategi tatap muka saat proses belajar mengajar berlangsung.

Dosen inspiratif tidak hanya mengajar dengan menyampaikan materi dikelas dengan tujuan menyelesaikan target SKS yang telah ditetapkan institusi. Namun sebaliknya dosen harus mampu menginspirasi mahasiswa agar mahasiswa dapat memahami dan ikut memberikan ide dan masukan secara kooperatif, kata Idawati dengan penuh senyuman full.

Idawati berpendapat, membuat mahasiswa tertarik dengan cara dosen mengajar bukanlah suatu hal yang mudah. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa sudah mulai memilih-milih pengajar yang dapat membuat mereka tidak mudah bosan dan mampu menghidupkan suasana belajar dengan cara yang menyenangkan.

“Oleh sebab itu, jika ingin mahasiswa tertarik pada sistem yang kita jalankan maka perlu dilakukan suatu transisi paradigma dalam proses belajar mengajar. Karakter serba instan dan cepat memungkinkan mahasiswa “made in google” yang biasa lebih informative dari dosennya, tapi jangan sampai dosen ketinggalan zaman hanya karena malas serta enggan untuk “update diri”, malas untuk berkembang dan malas untuk memikirkan ide-ide.” Terang dara yang saat ini berdomisili di Gampong Bambi Dayah Sukon, Kecamatan Peukan Baro, Pidie ini.

Selaku sosok dosen muda, Idawati yang pernah mengikuti Seminar Nasional Pendidikan pada tahun 2013 dengan tema “Menjadi Dosen Hebat” ini juga mengatakan bahwa menjadi dosen yang baik adalah dosen yang dapat memberikan inspirasi untuk para mahasiswanya, dimana inspirasi itu hendaknya ditunjukkan oleh dosen dengan memberikan teladan dan nasehat yang sifatnya memotivasi mahasiswa agar mereka dapat belajar tanpa rasa takut, tidak takut salah dan mau belajar.

Menjadi dosen yang baik dan inspiratif tidak hanya berbicara tentang kuantitas semata, tapi lebih mengedepankan faktor kualitas. Dosen yang menginspirasi akan mengajar dengan persiapan yang baik. Tidak hanya mengandalkan materi yang sudah usang, apalagi tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Karena dosen yang menginspirasi adalah dosen yang mampu mengubah karakter mahasiswa dari karakter yang tidak berani mengeluarkan ide ke karakter yang bermental baik (berani tampil) yang salah satunya dapat diwujudkan dengan mengedepankan pendekatan “Student Centered Learning”, ulas Dosen dan Sekretaris Program Studi D-III Kebidanan di STIKES Nurul Islam ini pula.

Dara kelahiran Janarata, 18 April 1986 ini sudah hampir 10 tahun berkecimpung di dunia pendidikan dan menekuni profesi sebagai dosen. Baginya, dunia ajar mengajar itu bukanlah waktu yang singkat. Dengan waktu yang cukup lama tersebut, Idawati bisa paham bagaimana menjadi dosen yang menginspirasi khususnya untuk mahasiswa-mahasiswanya yang terus berupaya menjadi terbaik dilingkungannya.

Menurut Idawati, menjadi dosen adalah hal yang luar biasa dengan berbagai kesenangan dan tantangannya. “Menantang karena dosen senantiasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keberhasilan mahasiswanya. Sehingga seorang dosen juga harus mampu terus up to date dunia pendidikan yang saat ini terus berkembang sangat pesat.” Aku Alumni S2 Kesehatan Masyarakat di Institut Kesehatan Helvetia Medan, angkatan 2016 – 2018.

Pada akhirnya, Idawati menyebut kalau dosen adalah sebuah profesi yang menyenangkan, karena, menurutnya, profesi dosen apabila dijalani dengan tulus dan ikhlas maka sebuah profesi akan dianggap kemuliaan.

“Mempersiapkan diri secara optimal berarti menghargai profesi yang kita jalani. Kita harus menghargai para mahasiswa/mahasiswi yang kelak akan menjadi individu sukses lewat profesi kita. Mencintai dan menghargai profesi adalah sebuah keridhaan. Tidak ada pekerjaan yang sia-saia apabila kita jalani dengan niat kebaikan dan perubahan kearah yang lebih baik. Semua akan tercatat baik oleh manusia (habblum minanas) maupun oleh Sang Pencipta (habblum minallah).” Tutup Idawati kepada Halim El Bambi/Milah Yabmob dari Buletin STIKes Online. | All Rights Reserved

Profil :
Idawati, S.S.T.,M.K.M

Pendidikan
 SD Negeri 1 Janarata : Tahun 1990 – 1996
 SLTPNegeri 1 Janarata : Tahun 1997 – 2000
 SLTA Negeri 1 Janarata : Tahun 2001 – 2004
 D-III Kebidanan(Akademi Kesehatan Pemerintah Aceh Utara): Tahun 2005¬– 2008
 D-IV Kebidanan (Poltekkes Kemenkes NAD) : Tahun 2009 – 2010
 S2 Kesehatan Masyarakat( Institut Kesehatan Helvetia Medan): Tahun 2016 – 2018

Pengalaman Kerja :
 BPS Nurasiah Simpang Mulieng Aceh Utara: Tahun 2007 – 2008 Sebagai Bidan Pelaksana
 Akademi Kebidanan Yayasan Harapan Bangsa Lhokseumawe: Tahun 2008 – 2010 Sebagai Asisten Dosen
 STIKes Medika Nurul Islam Sigli: Tahun 2010 – Sekarang Sebagai Dosen Dan Sekretaris Program Studi D-III Kebidanan
 RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli: Tahun 2017– 2019
Sebagai Staf Diruang Kebidanan
 RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli: Tahun 2019– Sekarang Sebagai Staf Sub komite Penilaian Kinerja