Ns.Risna, S.Kep., M. Kep: Kita Harus Berkarir Dalam Bingkai Profesionalitas

STIKes MNI Magazine | Menjadi orang sukses itu butuh perjuangan dan pengetahuanyang tinggi. Skill yang bagus belum menjamin seseorang bisa menjadi sukses tanpa dibarengi dengan akhlak yang baik dan kerja keras.

Kehidupan seseorang tercermin dari nilai profesional yang ada pada dirinya. Rasa tanggungjawab pada pekerjaan mesti menjadi prioritas dalam kebangkitan karir. Profesionalitas adalah solusi.

Hal itu disampaikan oleh Ns.Risna, S.Kep., M. Kep, Ketua Bagian Penjaminan Mutu STIKes Medika Nurul Islam kepada Majalah STIKes Online, Sabtu (22/02).

Menurut Dosen Tetap STIKes Medika Nurul Islam itu, rasa tanggungjawan didunia kesehatan adalah sebuah kewajiban yang harus memastikan bahwa orang-orang yang dilayaninya itu betul-betul ‘dilayani’, sehingga profesi seseorang itu tampak dipermukaan.” terangnya.

Wanita manis asal Linggong Sagoe yang lahir 1986 itu menyebutkab bahwa pekerjaan profesi juga hendaknya tidak menjadi batu ganjalan atau merugikan para pihak karena profesi apapun yang dilakoni seseorang mencerminkan nilai professional yang melekat dalam diri. Profesional sejati akan selalu belajar meningkatkan kompetensi yang mendukung profesinya, bekerja keras dan tekun berusaha, bersikap proaktif sangat dibutuhkan dari sebuah rasa tanggung jawab, bersikap proaktif dan bahkan mengerjakan hal-hal yang bahkan di luar job description adalah sebuah nilai tersendiri. Tidak harus selalu menunggu perintah, runtut Risna lebih lanjut.

“Seorang profesional memiliki passion pada apa yang dikerjakannya. Uang atau penghasilan bukanlah tujuan utama. Seseorang yang mengawali karier hanya demi mengejar keuntungan saja, maka ia tidak akan pernah maju. Kalaupun ia bisa mencapai posisi yang tinggi, ia tidak akan pernah merasa bahagia dalam pekerjaannya. Kerja akan terasa sebagai kewajiban yang membosankan, meresahkan dan menyiksa. Maka rasa cinta akan pekerjaan sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang yang professional. Selain itu, cinta juga bisa berarti adanya rasa kepedulian terhadap kebutuhan orang lain.” terangnya panjang lebar.

Atas dasar cinta tersebut pula, sebut Alumni Magister Keperawatan Fakultas Keperawatan Unsyiah, profesional sejati menunjukkan kesetiaan pada profesi yang dipilihnya.

“Untuk itu ia akan memperjuangkan dan mempertahankan nama baik profesi agar tidak tercemar oleh kata, sikap dan tindakannya sehari-hari. Ia bertindak hati-hati dan penuh perhitungan, mendisiplin diri untuk terus menerus mengembangkan karakter yang positif. Mampu menundukkkan diri pada nilai-nilai etis, termasuk peraturan di tempat kerja, peraturan perundangan, dan hukum, sepanjang norma yang berlaku itu sesuai dengan hati nurani. Untuk itu profesional sejati punya integritas yang kokoh.” jelas Risna lebih lanjut.

Risna juga menyebutkan bahwa sepanjang karir yang dijalani seseorang hendaklah harus mampu belajar dari kesalahan. Jangan takut membuat kesalahan.

“Tak ada orang yang steril dari berbuat salah, setiap orang bisa saja melakukan kesalahan. Hindari bersikap arogan dan berkelit dari kesalahan. Seorang professional adalah orang yang terbuka terhadap kritik yang membangun dan terus berupaya meningkatkan diri. Ia juga melepaskan diri dari kecenderungan mencari kambing hitam dan menyalahkan orang lain. Turutkan nilai kejujuran.” tutupnya kepada HELB. | Majalah STIKes MNI Online |