Semangat untuk membantu Palestina seakan tak pernah terhenti, seiring berjalannya waktu banyak pihak yang ikut peduli, seperti yang dilakukan oleh para Mahasiswa dari Aliansi Kesehatan di Pidie yang bekerja sama dengan MRI-ACT Pidie dalam gerakan “Rebut Kembali Palestina”.
Gerakan Aliansi Mahasiswa Kesehatan di Pidie yang diketuai oleh Muhammad Azmi ini terdiri dari BEM AKPER JG, BEM STIKES MNI, BEM AKL JABAL GHAFUR, dan BEM AKBID  DARUL HUSADA, pada hari ini Minggu (06/06/2021), melakukan Deklarasi Komite Kemanusiaan Internasionalasional Pembebasan Palestina (KKIPP) dan serah terima donasi sebesar Rp. 20.895.000 kepada tim ACT-MRI Pidie sebagai bentuk kepedulian aliansi kesehatan dan juga masyarakat kepada saudara di Palestina.

Ketua MRI Pide, Afdhalul Rahman, menjelaskan “Dalam gerakan “Rebut Kembali Palestina” kami dari MRI-ACT Pidie akan terus bergerak untuk mengajak mahasiswa, organisasi, instansi pemerintah dan masyarakat untuk ikut peduli terhadap apa yang terjadi di Palestina, hari ini ACT-MRI Pidie bersama Aliansi Mahasiswa Kesehatan di Pidie meresmikan Deklarasi Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina sebagai bentuk kepedulian kami kepada Palestina yang terus-menerus diserang oleh tentara Israel”. penuturan Afdhalul Rahman saat ditemui di STIKES Medika Nurul Islam.

Muhammad Azmi, Ketua dari Gerakan Aliansi Mahasiswa Kesehatan di Pidie,¬† juga menjelaskan “Deklarasi Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan di Palestina ini adalah bentuk kepedulian para medis dalam membantu saudara kita di Palestina, sebagaimana disana anak-anak dan wanita banyak menjadi korban Zionis Israel juga tenaga dan peralatan medis yang serba kekurangan” penjelasan Muhammad Azmi saat ditemui di STIKES Medika Nurul Islam.

“Semoga lebih banyak lagi Mahasiswa, Organisasi, Instansi pemerintah dan Masyarakat yang tergerak hatinya untuk ikut peduli kepada saudara kita di Palestina, Gerakan Aliansi Mahasiswa Kesehatan di Pidie dan terlaksananya Deklarasi Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan di Palestina sebagai salah satu bukti bahwa masih banyak pihak-pihak yang peduli dan itu menjadi acuan semangat bagi kami untuk terus bergerak dalam misi kemanusiaan ini”[.]